CARA MENDAPATKAN AIR; KEBUTUHAN UTAMA PARA SURVIVOR

 

 

Menyandang gelar sebagai sumber kehidupan, tidak berlebihan rasanya jika hampir semua survivor menempatkan air dalam urutan teratas sebagai hal yang paling dibutuhkan dalam proses survival, bahkan lebih penting daripada makanan. Manusia masih bisa bertahan selama 14 hari tanpa makan, namun jika tanpa air untuk diminum, tiga sampai empat hari adalah batas maksimal yang bisa dilewati. Hal ini disebabkan karena 60%-70% tubuh kita mengandung air. Tanpa air yang cukup, kita akan mengalami dehidrasi. Dehidrasi akan mulai menyerang saat air minum sudah absen dari tubuh kita selama enam jam, menyebabkan sel-sel dalam tubuh mengecil sehingga menghambat jalannya oksigen ke seluruh bagian tubuh kita.

Dalam keadaan yang menuntut kita untuk memaksimalkan kerja otak dan otot untuk bertahan hidup, tidak dapat memanfaatkan keduanya dengan maksimal karena dehidrasi adalah hal terakhir yang kita inginkan. Hal ini semakin menegaskan bahwa air adalah kebutuhan primer untuk dipenuhi dalam survival. Namun pada kenyataannya, mendapatkan air dalam kondisi darurat tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berikut lima cara yang dapat membantu anda untuk mendapatkan air minum dalam keadaan darurat;

  1. Mencari sumber air (sungai, danau, sumber mata air)

Air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, sehingga daerah yang datar atau lembah bisa menjadi opsi utama pencarian. Meminum air yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi akan lebih baik, karena kemungkinan lebih bersih dan aman untuk diminum (Know Prepare Survive). Anda juga bisa mencari sumber air dengan cara menggali di bawah rumpun tanaman hijau atau tanah berlumpur, lalu disaring dengan menggunakan kain yang bersih atau direbus.

Beberapa indikator yang menunjukkan bahwa ada sumber mata air di sekitar anda antara lain adalah keberadaan vegetasi berdaun hijau dan mamalia. Anda juga bisa melihat arah terbang kawanan burung pemakan biji-bijian pada pagi dan sore hari. Apabila mereka terbang dengan lurus dan rendah, artinya mereka sedang menuju sumber air. Jika mereka hinggap di pepohonan secara berkala untuk beristirahat, artinya mereka baru saja kembali dari sumber air.

  1. Mencari genangan air

Apabila anda tidak cukup beruntung untuk menemukan sumber air, maka pilihan kedua adalah mencari genangan air. Genangan air dapat ditemukan di berbagai tempat seperti bebatuan, lembah, cekungan tanah, atau pohon. Namun karena air yang menggenang rawan terkontaminasi, maka anda harus melihat dengan teliti apakah ada hewan atau kotoran yang terdapat di dalam air. Penyaringan dapat dilakukan dengan menggunakan kain bersih. Jika memungkinkan, air bisa direbus terlebih dahulu.

  1. Menampung air hujan

Mayoritas air hujan dapat diminum secara langsung tanpa resiko kesehatan yang berarti, dan sudah tentu lebih bersih daripada genangan air. Gunakan ponco, dedaunan,  atau segala hal yang bisa digunakan untuk menampung air sebanyak-banyaknya saat hujan turun. Jika anda memiliki ponco atau plastik lebar, ikat masing-masing ujungnya ke pepohonan yang lebih tinggi dari tanah, dan air akan tertampung di tengah.

  1. Menampung air embun

Ada dua cara untuk menampung air embun. Cara pertama memerlukan kain bersih yag bisa menyerap air. Lalu, usapkan kain ke dedaunan untuk mendapatkan air embun. Setelah itu peras kainnya, dan air akan menetes perlahan. Lakukan cara ini sebelum fajar menyingsing.

Cara kedua, yaitu dengan membungkus segerombol dedaunan di pohon dengan plastik lalu ujungnya diikat erat. Lakukan proses ini dari pagi sampai sore hari, ketika pohon sedang melakukan transpirasi dan menghasilkan air.

  1. Mendapatkan air dari tumbuhan

Beberapa bagian dari tumbuhan mengandung air, dan cara mendapatkannya pun berbeda sesuai dengan jenisnya. Untuk tumbuhan beruas seperti rotan dan sejenisnya, cukup potong sekitar satu meter, maka air akan keluar dengan sendirinya. Untuk tumbuhan bambu, air bisa didapatkan dengan cara mengikat ujung bambu dan tarik hingga melengkung ke arah tanah, lalu potong ujungnya dan biarkan semalaman. Segumpal lumut basah juga bisa dimasukkan ke dalam kain dan diperas untuk mendapatkan air. Pangkal batang pohon pisang yang dilubangi juga bisa menghasilkan air.

Lima poin di atas adalah cara-cara yang bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan air pada saat survival. Mengingat bahwa ketersediaan air berbanding lurus dengan kemampuan bertahan seorang survivor, tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga dengan cara mempelajarinya. (Salsabila R.)

POST REPLY